Wednesday, September 6, 2017

Pengalaman Sahabat: Alasan Saya Ikut Asuransi

Setiap manusia memiliki takdirnya sendiri, setiap manusia memiliki nasibnya sendiri dan setiap manusia juga memiliki pandangan sendiri tentang kehidupan ini. Bagaimana dia harus menjalani kehidupan, bagaimana ia harus bertahan dan bagaimana menjalani kehidupan itu sendiri dengan baik menurut pandangannya. Dan kita gak bisa seenaknya mengatur kehidupan orang lain ataupun mencampuri urusan mereka masing-masing.



Dan saya, adalah seorang yang menghargai betul privasi dan keputusan orang lain meskipun itu sahabat terdekat saya. Meskipun berstatus sahabat, tetap saja kita tidak bisa mencampuri apa yang sudah menjadi keputusan dia. Dalam hal ini.. saya ingin menceritakan tentang persahabatan kami yang nyaris saja putus gara-gara satu masalah, Asuransi.

Ya.. pandangan saya dengan sahabat saya tentang asuransi memang berbeda, sangat jauh sekali. Asuransi baginya adalah sesuatu yang penting dan dia harus punya itu. Asuransi juga menurutnya adalah sebuah kewajiban yang harus juga dipenuhi untuk sebuah jaminan kehidupan yang lebih baik. Begitu pemikirannya. Sampai sang bunda dan sang adik juga ia tanggung pembayaran preminya dari uang yang ia miliki. Maklum saja, hidup tanpa ayah mungkin telah membuat dia belajar banyak tentang menghargai kehidupan dan memanfaatkan segala sesuatu yang membuat ia merasa beruntung.


"Apa yang membuatmu memilih untuk ikut Asuransi?"

Begitu tanya saya saat itu yang hampir saja membuat kami berdebat panjang lebar.

"Karena saya ingin ibu dan keluarga saya bahagia, mereka terjamin kehidupannya dan masa depannya, selain itu kalau misalnya saya sakit, saya gak akan merepotkan keluarga saya"

Jawaban yang sangatlah simple, dan memang sih maksudnya dia itu gak mau ngrepotin orang tuanya. Tapi jujur saja, saya kurang setuju dengan itu karena kehidupan ini sudah ada yang mengatur. Namun, tidak ada salahnya untuk berikhtiar, begitu batin saya saat itu.

"Bukankah Asuransi masih dipertanyakan halal haramnya?"

"Kan saya ngambilnya yang syariah, InsyaAllah sudah melalui MUI dan insyaAllah sudah halal" begitu tambahnya.

Dan belakangan saya tahu, bahwa dia mengambil atau membeli salah satu polis asuransi dari perusahaan ternama namun hanya bertahan selama 9 bulan saja. Saat saya tanya kenapa berhenti? Bukankah kamu butuh asuransi untuk menjamin kehidupanmu?

"Saya kerepotan dengan biaya yang mendadak, jadi terpaksa asuransi saya berhentikan dahulu, nanti kalau ada rezeki mau disambung lagi kok" Begitu pemaparannya.

Tips Sebelum membeli polis asuransi


Dan dari sana, saya memahami beberapa hal dan mungkin bisa bermanfaat untuk kamu yang akan mengambil polis asuransi dari perusahaan tertentu. Karena menurut informasi yang saya dapatkan, dari seluruh premi yang dibayarkan oleh sahabat saya selama 9 bulan itu, dia hanya bisa mengambil uang premi tersebut sebanyak 35%. Kalau dipikir-pikir kan sayang, soalnya uangnya seperti kayak nabung gitu.

Ada baiknya, sebelum kita memutuskan untuk mengambil atau membeli asuransi jiwa, pahami dulu kebutuhan kita. Selain itu, memahami resiko diri dan memahami kemampuan dalam melaksanakan kewajiban sebagai nasabah juga sangat perlu dipertimbangkan.

Oh ya.. jangan lupa untuk cermat  dalam mempelajari semua pasal-pasal yang ada di polis asuransi agar tidak menyesal nantinya. Itu, jika kamu memang benar-benar ingin memiliki asuransi untuk hidupmu. Hari gini gak punya asuransi? Begitu kata para agen asuransi yang lagi getol mencari nasabah, jadi.. jangan cuma merasa minder aja gara-gara kata-kata itu yaaa.. Pikirkan manfaatnya untuk jangka panjang, itu yang terpenting.

Dan bagi saya, asuransi belumlah masuk prioritas utama yang harus saya usahakan. Karena selain saya masih ragu-ragu dengan asuransi, saya juga belum memiliki banyak kebutuhan dari asuransi. Karena yaaa.. gak semua harapan kita bisa terwujud saat kita berharap banyak. Saya masih belum mampu membayangkan saat klaim saya ditolak juga sih haha.. Begitulah kira-kira..

No comments:

Post a Comment