Wednesday, March 8, 2017

Tips Mengingat 90% Apa yang Kamu Pelajari

Belajar
via cloudfront[dot]net


Kita pasti ingin bisa belajar dengan cara yang cepat dan mengingat lebih banyak apa yang kita pelajari. Entah itu belajar bahasa, belajar instrumen baru, termasuk mempelajari berbagai hal di sekolah.

Kita selalu ingin menguasainya dengan cepat. Tapi kadang-kadang, tidak banyak diantara kita yang mampu mengingat, bahkan hingga 50% dari pelajaran yang kita dapatkan sekalipun.

Kunci dari mudah menguasai pelajaran tidak hanya terletak waktu yang kita habiskan untuk belajar, melainkan bagaimana caranya kita memaksimalkan waktu tersebut sehingga lebih efektif apabila digunakan untuk belajar.


Analogi air dan ember


Satu contoh, jika kita mengisi ember dengan air, tentu member tersebut tidak akan pernah kesulitan untuk menampung air bahkan hingga meluap sekalipun. Tapi, otak kita bukan ember. Otak kita tidak bekerja seperti ember.

Bahkan sebagian besar informasi yang masuk ke dalam otak juga akhirnya akan keluar. Alih-alih menyamakan memori otak kita dengan ember, kita seharusnya melihat otak kita seperti ember yang bocor.

Ember yang bocor konotasinya memang negatif. Walau demikian, inilah yang paling mendekati.

Otak kita tidak dirancang untuk mengingat setiap kata, informasi, atau pengalaman sepanjang hidup kita.


Cara mengingat 90% dari apa yang kamu pelajari


Di dalam penelitian, ditemukan jika manusia mampu mengingat:
  • Manusia mampu mengingat, 5% dari kuliah yang mereka dengarkan.
  • 10% apabila dilakukan dengan cara membaca.
  • 20% jika belajar dengan menggunakan audio visual.
  • 30% jika mereka melihat langsung demonstrasi.
  • Mampu mengingat 50% ketika terlibat dalam diskusi kelompok.
  • 75% jika mereka mencoba mempraktekkan apa yang mereka pelajari.
  • Manusia mampu mengingat 90% dari apa yang mereka pelajari jika mereka menggunakannya untuk mengajari orang lain.
Tapi, jika melihat kenyataan bahwa sebagian besar dari kita belajar dengan metode mendengarkan kuliah, membaca atau melihat audio-visual, maka tidak heran apabila banyak diantara kita yang membuang begitu banyak waktu dan mendapatkan hanya sedikit ilmu.

Mengingat
via lifehack[dot]org


Intinya, daripada kita memaksakan otak untuk mengingat informasi yang baru saja kita baca atau kita dapatkan dari audio visual atau dari mendengarkan kuliah.

Kita lebih dianjurkan untuk memfokuskan energi, waktu, dan sumberdaya yang kita miliki untuk berpartisipasi agar hasil yang didapatkan lebih banyak sehingga waktu yang digunakan lebih sedikit. Inilah yang disebut dengan cara belajar efektif.

Itu artinya,
  1. Jika kamu ingin belajar bahasa asing, kamu harus fokus berbicara dengan orang yang menggunakan bahasa asing tersebut untuk mendapatkan umpan balik. Bukan melalui hafalan atau menggunakan aplikasi mobile misalnya.
  2. Jika kamu ingin membentuk tubuh, kamu sebaiknya tidak menonton video latihan kebugaran di Youtube, melainkan kamu harus langsung berlatih dibawah pengawasan pelatih kebugaran.
  3. Jika kamu ingin belajar instrumen baru, misalnya gitar, makan lebih cepat bisa jika langsung belajar langsung (private) kepada seorang guru musik.


Bagaimana memaksimalkan waktu?


Di belahan manapun di bumi ini kita hidup, kita hanya memiliki 24 jam dalam sehari. Dan setiap menit adalah unik. Waktu tidak akan pernah kembali.

Jika kita sama-sama memiliki waktu 24 jam dalam sehari, bagaimana mungkin ada orang yang sukses menjadi jutawan muda yang memulai usahanya dari nol? Atau, bagaimana cara kita menjelaskan mahasiswa yang pintar bahasa inggris hanya dalam waktu 3,5 bulan?

Rahasianya adalah mereka bisa memaksimalkan “efektifitas waktu” bukan “efisiensi waktu.”

Orang yang belajar dengan cara kursus bisa lebih efektif mendapatkan ilmu dibandingkan dengan orang yang belajar di bangku sekolah. Dan orang yang belajar dari guru privat akan mendapatkan ilmu yang jauh lebih banyak dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan mereka yang belajar dengan metode kursus.

Jadi, cobalah untuk fokus pada bagaimana memperoleh sesuatu yang baru daripada fokus pada sesuatu yang lama (re-learning).

No comments:

Post a Comment