Wednesday, January 18, 2017

Berhati-hatilah Menggunakan Obat Tetes Mata!

Tetes mata seringkali kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan berbagai alasan, mulai dari: untuk mempercepat proses pemulihan setelah operasi, tetes mata juga sering digunakan untuk mengatasi mata merah akibat iritasi atau karena debu, selain itu obat tetes mata juga banyak digunakan untuk mengatasi infeksi mata.

Sebagian orang memanfaatkan obat tetes mata untuk mengatasi mata yang kering dan untuk mengobati glaukoma. Obat tetes mata ada yang dijual dalam kemasan mini sekali pakai, namun ada juga yang dijual dalam kemasan yang lumayan besar sehingga seringkali disimpan di dalam lemari setelah digunakan hanya beberapa tetes saja.



Jika tidak sangat membutuhkan, para ahli menyarankan kepada setiap orang untuk tidak terlalu tergantung atau terlalu sering menggunakan obat tetes mata, lebih-lebih tanpa resep dokter. Hal penting lainnya yang perlu diwaspadai saat menggunakan obat tetes mata adalah tanggal kadaluarsanya. Apabila obat tetes mata itu sudah digunakan dan kemudian disimpan di dalam lemari dalam waktu yang sangat lama, sebaiknya gantilah dengan yang baru untuk menghindari komplikasi.

Obat tetes mata yang umum kita temukan di jual di toko-toko obat atau di warung-warung sebenarnya aman untuk digunakan, selama penggunaannya sesuai dengan petunjuk yang ada.

Sebelum menggunakan obat tetes mata, perhatikan hal-hal berikut ini.

Cara yang benar menggunakan obat tetes mata


Saat akan menerapkan obat tetes mata, pastikan kamu membaca petunjuknya terlebih dahulu. Namun jika tidak menemukan petunjuk, kamu bisa mengikuti cara berikut ini. Pertama, miringkan kepala ke bagian belakang atau mendongaklah ke arah atas. Lalu buka kedua mata.

Tataplah satu titik di langit-langit. Kemudian arahkan tetes mata tepat di atas bola mata. Lalu pencet secara perlahan hingga obat tersebut menetes. Setelah mengaplikasikan obat tetes mata, kedip-kedipkan mata secara perlahan dan jangan terlalu cepat. Hindari juga menggosok mata setelah menerapkan obat tetes mata. Jika kedua mata perlu diobati, cobalah menerapkan cara yang sama untuk mata sebelahnya.

Jangan terlalu banyak meneteskan obat


Pada saat menerapkan obat tetes mata, disarankan untuk menggunakan satu tetes dalam satu waktu. Gunakan satu tetes saja, dan tunggulah reaksi obat tersebut dalam beberapa jam sebelum kamu memberikan tetesan yang baru.

Hindari memutar memiringkan kepala atau bola mata yang dapat menyebabkan obat tetes mata keluar melalui sela-sela mata.

Disarankan untuk menunggu selama 6 jam


Setelah meneteskan obat tetes mata yang pertama, untuk mata yang sama, dianjurkan oleh ahli agar kita menunggu terlebih dahulu hingga 6 jam sebelum meneteskan tetes obat yang selanjutnya. Karena terlalu banyak meneteskan obat dapat menyebabkan reaksi tertentu pada mata.

Pastikan kamu membaca dosisnya terlebih dahulu sebelum menggunakannya


Setiap obat tetes mata selalu dijual dengan kemasan yang terdapat keterangan mengenai dosis dan cara penggunaan. Perhatikan dosisnya dan sebisa mungkin jangan melebihi apa yang dianjurkan. Karena apabila terlalu banyak menggunakan obat tetes mata, bisa berbahaya untuk mata itu sendiri.

Cara melindungi mata dari kerusakan


Bagi kamu yang merasa penglihatan sudah mulai buram, kamu dianjurkan untuk memeriksakan mata secara teratur ke dokter atau ke klinik. Agar mata tidak mudah rusak, hindari menatap sinar matahari langsung atau menatap tempat-tempat yang terlalu terang.

Bukan hanya sekedar untuk gaya-gayaan, namun di siang hari ketika cuaca sangat cerah, kita dianjurkan menggunakan sunglass atau kacamata hitam karena hal tersebut bisa membantu mengurangi silau yang dapat menyebabkan kerusakan mata.

Selain rutin memeriksakan mata, kamu juga dianjurkan untuk rajin-rajin makan buah dan sayuran yang baik untuk mata. Beberapa buah dan sayur yang dianjurkan untuk dikonsumsi antara lain:

Wortel, biji bunga matahari, ikan salmon (namun jika kesulitan menemukan ikan salmon, kamu bisa mencari ikan tuna atau minyak ikan yang mengandung asam lemak omega 3 lainnya), telur, sayur bayam, buah alpukat, bawang putih, buah tomat, cokelat hitam, kol, dan brokoli.

No comments:

Post a Comment