Thursday, June 16, 2016

Tips Makan Agar Tidak Kembung

Diantara kamu, mungkin ada yang hobi makan atau suka wisata kuliner. Dan masalahnya, saat kita doyan makan, kembung adalah efek samping yang paling mengganggu selain berat badan yang naik dan lemak yang semakin menumpuk.

Jika kamu sudah mencoba berbagai cara termasuk dengan menghindari makanan-makanan yang menyebabkan kembung namun tetap saja, kadangkala kamu kembung pada saat makan makanan yang seharusnya aman dan tidak menyebabkan kembung. Pasti ada masalah tertentu yang menjadi biang penyebabnya. Tahukah kamu penyebab kita kembung setelah makan?

Kebiasaan atau cara kita makan ternyata berpengaruh sangat besar terhadap masalah kembung yang sering kita alami. Apabila kita makan sambil bekerja atau makan sambil bermain-main gadget, kebiasaan tersebut akan membuat kita tidak memikirkan mengenai makanan yang kita kunyah. Makanan-makanan tersebut terkadang tidak dikunyah hingga benar-benar lembut melainkan hanya mampir di mulut sebentar dan kemudian ditelan. Ini merupakan salah satu dalang (penyebab) perut kembung sesaat setelah kita makan.

Seringkali kita tidak menyadari hal tersebut. Tidak mengunyah makanan hingga benar-benar lembut akan membuat lambung kita bekerja lebih berat dibandingkan dengan apabila kita mengunyah makanan-makanan hingga lembut atau dalam waktu yang lama karena air liur juga dapat mencegah masalah pencernaan.

Jadi, agar kamu tidak sesaat setelah makan, berikut adalah tips makan agar tidak kembung yang harus kamu ikuti.

A. Cobalah untuk fokus pada makanan

Kesibukan kita sehari-hari seringkali menyebabkan waktu makan terganggu. Bahkan tidak sedikit diantara kita yang doyan makan sambil nonton TV, bermain gadget, atau bahkan banyak juga yang makan sambil bekerja.

Berbagai kegiatan yang kita lakukan tersebut membuat fokus kita terhadap makanan terganggu sehingga kita tidak tahu berapa gigitan atau berapa kali kita mengunyah makanan yang ada di mulut, kita seringkali tidak menyadari berapa jumlah makanan yang telah kita konsumsi. Dan bahkan, makan sambil bekerja atau bermain gadget menurut para ahli sangat merugikan karena menyebabkan kita sulit kenyang sehingga kita cenderung makan berlebihan.

B. Kunyahlah makanan lebih banyak

Walaupun kamu tidak menghitung berapa kali kamu mengunyah makanan, namun sangat baik dan dianjurkan apabila kamu mengunyahnya lebih banyak dibandingkan dengan kebiasaan kamu selama ini. Metode ini akan membantu meringankan kerja usus. Dengan begitu, kembung bisa diatasi, selain dapat juga membuat khusus menjadi lebih sehat.

C. Ambil makanan sedikit saja

Dibandingkan dengan mengambil makanan 1 sendok penuh untuk dimasukkan ke dalam mulut, kamu lebih dianjurkan menguranginya, misalnya hingga setengah sendok karena metode ini juga bisa membantu kita mengunyah makanan lebih lembut. Karena apabila kita memasukkan makanan terlalu banyak, kita tidak akan bisa mengunyah terlalu lama karena rahang dan pelipis akan terasa sakit atau capek.

Jadi, dengan memasukkan makanan lebih sedikit ke mulut setiap kali kita akan mengunyah akan membuat makanan yang ada di mulut dikunyah lebih halus.

D. Hindari makanan panas dan dingin

Masuk akal apabila kita kesulitan mengunyah makanan-makanan yang sangat panas. Atau apabila kita memasukkan makanan-makanan yang sangat dingin. Sehingga, kita cenderung menghindari gigitan atau kunyahan pada makanan tersebut karena mulut tidak bisa meng-handle-nya.

Jadi, pada intinya, apabila kamu sering merasa kembung setelah makan, ada baiknya kamu mengubah kebiasaan mengunyah makanan. Semakin lama kamu mengunyah maka akan semakin baik dan kamu pun akan terhindar dari kembung. Selain itu, pada saat minum kamu juga tidak dianjurkan sering menggunakan sedotan karena dapat mengakibatkan kembung. Sebaliknya, kamu lebih dianjurkan minum langsung dari gelas. Oh ya.. satu lagi, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum makan untuk menghindari bakteri penyebab penyakit yang akan menimbulkan masalah lain bagi perut.

Monday, June 6, 2016

Mengawali Puasa di Bulan Suci Ramadhan Tahun Ini


Satu hari sebelum bulan puasa tiba, di tempat kami tinggal, diadakan “megengan,” sebuah kebiasaan yang tampaknya hanya kita temukan di Pulau Jawa, untuk menyambut kedatangan ramadhan. Tradisi ini diisi dengan, semacam syukuran menyambut kedatangan ramadhan. Saya sendiri yang kebetulan ngontrak di salah satu perumahan, mendapatkan undangan dari panitia untuk menghadiri megengan di masjid.
Kami diminta untuk membawa apa saja berupa makanan seikhlasnya. Yang akhirnya saya dan suami putuskan untuk membawa donat buatan sendiri. Dan insya-allah walaupun kami buat secara manual, donat buatan kami cukup diminati setidaknya oleh para tetangga. Bukan promo lho...

Megengan sendiri dilaksanakan ba'da isya, dibuka dengan sambutan oleh panitia dan pengurus masjid kemudian diikuti yasinan dan tahlilan.

Ramadhan kali ini memang terasa sedikit berbeda, mengingat hampir semua saudara-saudara seiman di Indonesia mengawali ramadhan di hari yang sama, yaitu pada hari senin tanggal 6 bulan Juni. Setelah beberapa kali berbeda dalam mengawali ramadhan dengan beberapa saudara-saudara kita, akhirnya kini kita bisa bersama-sama mulai mengawali puasa 1 ramadhan. Untuk lebarannya, mudah-mudahan saja di tahun ini kita bisa menikmati ramadhan bersama-sama walaupun saya tidak pernah mempermasalahkan perbedaan pendapat yang ada.

Seperti ibu-ibu yang lain, di awal ramadhan saya juga sengaja menyibukkan diri dengan berbelanja berbagai kebutuhan sehari-hari terutama sayur dan lauk-pauk. Saya mengajak suami ke pasar untuk menemani saya berbelanja kebutuhan pokok terutama sayur untuk kebutuhan beberapa hari kedepan. Kami sekeluarga sebenarnya tidak terlalu mengistimewakan ramadhan sebagai ajang untuk makan-makanan enak. Jadi, ya... boleh dikatakan belanja di pasar juga hanyalah kebutuhan biasa dan saya juga berbelanja seperti biasa, berupa ikan untuk anak, sayur-sayuran dan beberapa bumbu dapur.

Di pasar, karena ini awal ramadhan tidak heran kalo ada banyak orang yang bejubel menawarkan berbagai jenis makanan dan buah-buahan. Begitu juga dengan para pembeli yang juga ikut meramaikan pasar lebih banyak dari biasanya.
Namun saya tidak ingin mengkritisi mengapa tiba-tiba banyak orang yang pergi ke pasar untuk berbelanja di awal ramadhan, karena mungkin saja mereka memiliki kebutuhan yang masing-masing. Begitu juga saya, saya tidak ingin banyak merubah kebiasaan makan kami sehari-hari terutama dengan membeli makanan-makanan enak yang akan membuat kami semakin boros.

Tidak ada persiapan khusus untuk sahur maupun untuk berbuka yang kami lakukan. Hanya saja, sesuai dengan anjuran Rasul SAW dan para ahli kesehatan, mungkin yang sedikit berbeda hanyalah menu berbuka terutama dengan buah kering seperti buah kurma dan minuman pengganti ion tubuh yang baik seperti air kelapa atau jus buah segar.

Mungkin tidak banyak diantara saudara-saudaraku seiman yang mengetahui bahwa, para ahli kesehatan sangat menganjurkan kita untuk berbuka dengan air yang bisa menggantikan ion tubuh dengan cepat seperti air kelapa dan jus buah segar. Disamping tentu saja menggunakan kurma yang menjadi sunnah Rasulullah. Kurma sendiri adalah salah satu buah-buahan manis yang bisa menjadi energy booster terutama setelah kita kehilangan banyak kalori (energi) di siang hari.

Ternyata selain di pasar, ada banyak minimarket dan tokoh-tokoh yang menggelar promo dan daftar diskon makanan murah karena ini adalah momen yang paling tepat untuk menjual berbagai jenis makanan, terutama untuk takjil (penyegaran) buka puasa serta untuk menyambut hari lebaran yang sejatinya masih jauh.

Terlepas dari apapun fonemena yang kita temukan, saya selalu berharap kita bisa memaknai puasa di bulan suci ramadhan seperti apa yang disampaikan oleh Allah dan rasulnya baik di dalam Al-qur'an maupun hadits.