Thursday, July 28, 2016

Jeli Dalam Memilih Sekolah Anak

Meskipun saat ini, anak saya Kinza masih berusia 2 tahun, tapi saya sudah mulai memikirkan di mana dia akan bersekolah kelak pasalnya dari pelajaran yang saya dapat dari tempat saya tinggal dan pengalaman-pengalaman terdahulu saat saya bekerja dengan orang lain tidak memilih sekolah bukanlah hal yang mudah. Banyak orang tua yang menentukan kualitas sekolah dengan pendidikan dan pengajaran non-muslim daripada sekolah yang benar-benar mengajarkan agama lebih banyak seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI). Alasannya tentu saja mereka menginginkan yang terbaik untuk anaknya namun yang saya sayangkan mereka tidak memikirkan bagaimana agamanya di sekolah tersebut. Sekolah-sekolah umum khususnya mereka hanya memberikan pelajaran agama sekedarnya dibandingkan dengan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau sekolah islam lainnya.

Meskipun begitu, tidak semua sekolah islam juga bisa dimasuki karena hanya berbasis islam saja. Kita juga harus pandai-pandai memilih sekolah yang seperti apa yang sesuai dengan kaidah islam yang baik dan benar. Misalnya saja sekarang sudah banyak sekali sekolah-sekolah dengan berbasis islam kontemporer atau islam modern. Bukannya tidak setuju, tapi bagi saya dan suami, memilih sekolah-sekolah islam juga diperlukan kecermatan.

Pernah saya melihat ceramah yang dibawakan oleh Buya Yahya, Kalau sekolah tersebut berbeda dengan kaidah islam yang selama ini dipelajari, keluar segera. Jadi kita memang gak boleh main main soal kaidah.


Memilih sekolah islam harus jeli

Tentu saja bagi kami, memilih sekolah islam bukanlah hal yang juga mudah karena banyaknya pelajaran yang diberikan oleh mereka. Kami berencana akan memasukkan Kinza ke dalam sekolah islam atau dipondokkan sejak dini. Sebenarnya saya tergelitik, dengan pernyataan teman saya waktu ada di Bali bahwa ia tidak senang melihat dengan seorang kiai yang tangannya dicium oleh para santrinya, udah kuno kataya. Alasannya seperti apa aja tangannya sampai di cium begitu. Padahal salah satu hal tersebut adalah salah satu hormat kita kepada guru. Ilmu-ilmu seperti itulah yang saya ingin beri untuk anak saya. Ilmu-ilmu dasar bagaimana menghormati guru, memperlakukan buku, memperlakukan ilmu dan hal-hal kecil lainnya yang sekarang semakin dianggap enteng.

Tidak cukup hanya melihat betapa populernya sekolah tersebut atau betapa terkenalnya sekolah tersebut, kita harus benar-benar tahu, apa yang diajarkan didalam sekolah tersebut. Tidak mungkin kami membiarkan anak kami dididik dalam lingkup sekolah yang Aqidahnya tidak jelas. Semoga Allah selalu membimbing kami dan kita semua dalam memilih sekolah terbaik untuk anak-anak kita, Aamiin...

No comments:

Post a Comment