Friday, July 22, 2016

Greget! Ternyata Iri Masih Menguasai Hati

Sejak dulu, masalah ini masih sering tengok tengokin saya dan hati saya. Kadang, saya ngerasa mual sendiri, ngerasa gak enak badan, gak enak ati dan gak enak mau ngapa-ngapain. Greget rasanya.. Ketika saya tiba-tiba iri dengan si A dan Si B dengan berbagai alasan yang gak tentu yang tentunya membuat saya memiliki banyak alasan untuk iri.

Kadang, Saya memandang Sebelah Mata

Memang, iri selalu disebabkan oleh pandangan kita kepada orang yang "rumputnya lebih hijau". Saya bahkan mengakuinya dengan sangat sadar, saya hanya mau.. iri ini bisa hancur dalam hati saya. Semuaorang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dada saya gak berhenti berdebar serta menjadi sangat malas, itu tandanya saya iri, bahkan suami saya aja gak tau ehehheee..

Belajar Bersyukur

Syukur dan sabar, dua hal yang sepele katanya, iya.. dikatakan, cuma sangat sulit dijalankan. Perna saya melihat sebuah video yang isinya, bagaimana kita harus bersykur dengan cara yang baik. Allah i pemberi keadilan, dan kita sebagai manusia yang cuma hanya tau tentang yang enak enak saja, susah sekali bersyukur.. Tetap, belajar bersykur menjadi prioritas yang harus diutamakan dalam hidup ini.

Menghapus Iri, caranya?

Saya selalu mengalihkan pandangan saya akan hidup seseorang, saya mencari cari cara bagaimana menemukan bahwa saya istimewa, saya memiliki hal-hal yang tidak dimiliki oleh orang tersebut. Dan iri masalah kesalehan, yang sebenarnya ingin selalu saya jaga. Dan saya benci ketika harus iri karena urusan dunia, benci sekali.

No comments:

Post a Comment