Monday, June 6, 2016

Mengawali Puasa di Bulan Suci Ramadhan Tahun Ini


Satu hari sebelum bulan puasa tiba, di tempat kami tinggal, diadakan “megengan,” sebuah kebiasaan yang tampaknya hanya kita temukan di Pulau Jawa, untuk menyambut kedatangan ramadhan. Tradisi ini diisi dengan, semacam syukuran menyambut kedatangan ramadhan. Saya sendiri yang kebetulan ngontrak di salah satu perumahan, mendapatkan undangan dari panitia untuk menghadiri megengan di masjid.
Kami diminta untuk membawa apa saja berupa makanan seikhlasnya. Yang akhirnya saya dan suami putuskan untuk membawa donat buatan sendiri. Dan insya-allah walaupun kami buat secara manual, donat buatan kami cukup diminati setidaknya oleh para tetangga. Bukan promo lho...

Megengan sendiri dilaksanakan ba'da isya, dibuka dengan sambutan oleh panitia dan pengurus masjid kemudian diikuti yasinan dan tahlilan.

Ramadhan kali ini memang terasa sedikit berbeda, mengingat hampir semua saudara-saudara seiman di Indonesia mengawali ramadhan di hari yang sama, yaitu pada hari senin tanggal 6 bulan Juni. Setelah beberapa kali berbeda dalam mengawali ramadhan dengan beberapa saudara-saudara kita, akhirnya kini kita bisa bersama-sama mulai mengawali puasa 1 ramadhan. Untuk lebarannya, mudah-mudahan saja di tahun ini kita bisa menikmati ramadhan bersama-sama walaupun saya tidak pernah mempermasalahkan perbedaan pendapat yang ada.

Seperti ibu-ibu yang lain, di awal ramadhan saya juga sengaja menyibukkan diri dengan berbelanja berbagai kebutuhan sehari-hari terutama sayur dan lauk-pauk. Saya mengajak suami ke pasar untuk menemani saya berbelanja kebutuhan pokok terutama sayur untuk kebutuhan beberapa hari kedepan. Kami sekeluarga sebenarnya tidak terlalu mengistimewakan ramadhan sebagai ajang untuk makan-makanan enak. Jadi, ya... boleh dikatakan belanja di pasar juga hanyalah kebutuhan biasa dan saya juga berbelanja seperti biasa, berupa ikan untuk anak, sayur-sayuran dan beberapa bumbu dapur.

Di pasar, karena ini awal ramadhan tidak heran kalo ada banyak orang yang bejubel menawarkan berbagai jenis makanan dan buah-buahan. Begitu juga dengan para pembeli yang juga ikut meramaikan pasar lebih banyak dari biasanya.
Namun saya tidak ingin mengkritisi mengapa tiba-tiba banyak orang yang pergi ke pasar untuk berbelanja di awal ramadhan, karena mungkin saja mereka memiliki kebutuhan yang masing-masing. Begitu juga saya, saya tidak ingin banyak merubah kebiasaan makan kami sehari-hari terutama dengan membeli makanan-makanan enak yang akan membuat kami semakin boros.

Tidak ada persiapan khusus untuk sahur maupun untuk berbuka yang kami lakukan. Hanya saja, sesuai dengan anjuran Rasul SAW dan para ahli kesehatan, mungkin yang sedikit berbeda hanyalah menu berbuka terutama dengan buah kering seperti buah kurma dan minuman pengganti ion tubuh yang baik seperti air kelapa atau jus buah segar.

Mungkin tidak banyak diantara saudara-saudaraku seiman yang mengetahui bahwa, para ahli kesehatan sangat menganjurkan kita untuk berbuka dengan air yang bisa menggantikan ion tubuh dengan cepat seperti air kelapa dan jus buah segar. Disamping tentu saja menggunakan kurma yang menjadi sunnah Rasulullah. Kurma sendiri adalah salah satu buah-buahan manis yang bisa menjadi energy booster terutama setelah kita kehilangan banyak kalori (energi) di siang hari.

Ternyata selain di pasar, ada banyak minimarket dan tokoh-tokoh yang menggelar promo dan daftar diskon makanan murah karena ini adalah momen yang paling tepat untuk menjual berbagai jenis makanan, terutama untuk takjil (penyegaran) buka puasa serta untuk menyambut hari lebaran yang sejatinya masih jauh.

Terlepas dari apapun fonemena yang kita temukan, saya selalu berharap kita bisa memaknai puasa di bulan suci ramadhan seperti apa yang disampaikan oleh Allah dan rasulnya baik di dalam Al-qur'an maupun hadits.

No comments:

Post a Comment