Monday, January 20, 2014

2:30 Tikus Menyebalkan

Pukul 2:30 Pagi! Gag biasanya saya bangun ditengah malam buta seperti ini. Yang jelas saya bangun bukan dengan perasaan malas atau dengan muka bantal yang imut (sebentar! jangan muntah dulu), tapi saya bangun dengan semangat 45. Penyebabnya tentu sesuatu yang gag biasa.
Tikus! Hewan pengerat satu ini benar-benar bikin saya kesel setengah mati, mulai dari makan buah-buahan, sayuran, sabun, rice cooker didapur sampe masuk kekamar tidur nyari sesuatu untuk dikerat. Ini yang bikin saya naik pitam, rasanya saat itu juga saya siap pergi kepasar cari racun tikus.
Hewan ini memang lumayan menyebalkan, selain menjijikkan, hewan ini sangat cepat berkembang biak, terbukti dari beberapa blog dan situs yang saya baca, semua menjelaskan betapa sulitnya membasmi tikus, tapi bukannya tidak mungkin.
Saya sudah mulai menyusun beberapa rencana untuk nanti sore, mulai dari mencari racun tikus atau lem tikus, beli sesuatu untuk menutup jalan keluar masuk tikus atau mencari sesuatu yang tidak disukai tikus.
Saya sudah tidak sabar menunggu sore tiba…

Self Portrait Vector

Satu dua tahun yang lalu, saya tidak menyukai menggambar vector dengan CorelDraw, Adobe Illustrator atau pengolah vector yang lainnya, tapi tidak dengan Adobe Flash saya lumayan menyukainya. Saya lebih semangat membuat gambar bitmap dengan menggunakan Adobe Photoshop karena hasilnya lebih bagus dan mudah dari pada menggambar dengan menggunakan software vector yang memakan waktu lebih banyak dan terkesan manual serta sangat sulit mendapatkan hasil yang realistik menurutku. Tapi itu dulu, sekarang saya mulai menyukai gambar-gambar vector atau gambar-gambar konversi dari bitmap ke vector, itu dimulai dari beberapa bulan yang lalu saat mantan teman saya (baca:istri saya) minta dibuatkan self portrait vector dirinya.

Sejak saat itu saya mulai tertarik dengan gambar-gambar vector, ketika melakukan eksperimen kecil-kecilan mencari self portrait vector untuk dijadikan acuan teknik membuat self portrait vector. Gambar-gambar menarik yang muncul di laman pencarian image.googe.com dengan kata kunci self portrait vector membuat saya memiliki semangat baru, tantangan baru dan rasa cinta yang mulai tumbuh terhadap gambar-gambar vector (so sweet).

Akhirnya saya putuskan untuk mulai belajar menggambar dengan beberapa software seperti CorelDraw dan Adobe Illustrator, karena beberapa alasan akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan Adobe Illustrator sebagai software utama walaupun sebenarnya saya juga menyukai CorelDraw.Harga software Adobe Illustrator yang lumayan mahal juga membuat saya harus putar otak. Dan saya putuskan menggunakan Adobe Illustrator Trial, imbasnya jelas! Saya harus menginstall ulang windows dan semua software trial secara rutin setiap bulan.

Bahkan saat ini saya mulai sibuk menggambar ulang beberapa logo-logo perusahaan dunia dan dalam negeri menggunakan Adobe Illustrator dalam bentuk vector.Waktu, ya waktu luang yang saya punya tidak begitu banyak, disamping jam kantor dari pagi hingga sore dan mengajar sepulang dari kantor plus bercengkrama dengan istri, praktis saya hanya punya waktu beberapa jam dimalam hari untuk nongkrongin komputer. Tapi saya masih punya semangat,
walapun yang tersisa masih beberapa watt...